TUGAS 5_FADHLURRAHMAN RAMDHANI_210104190042_DPM_ARTIKEL
Tugas 5 DPM
Nama : Fadhlurrahman Ramdhani
NPM : 210104190042
Semester : 1
Kelas : B
Nama : Fadhlurrahman Ramdhani
NPM : 210104190042
Semester : 1
Kelas : B
Ide : Infrastruktur
kota Bandung
Topik : Peningkatan infrastruktur di
beberapa titik kota Bandung yang sedang dikerjakan oleh pemerintah memiliki dampak
yang cukup serius yaitu kemacetan. Kemacetan yang terjadi di beberapa ruas
jalan protocol sukses membuat Bandung dinobatkan menjadi kota dengan tingkat
kemacetan tertinggi di Indonesia. Hal ini menjadi hal yang harus di pikirkan
lagi oleh pemerintah untuk mengurangi antrian kendaraan yang di lain halnya
merupakan efek samping dari pembangunan infrastruktur. Banyaknya infrastruktur
yang telah menjadi wacana pemerintah tidak terwujud sampai saat ini sehingga
menyisakan suatu purwarupa yang teronggok di alun-alun kota.
Tesis : Pemkot kota bandung telah
menjanjikan beberapa peningkatan infrastruktur public yang menjamin akan
mempermudah laju mobilisasi masyarakat kota, namun banyak dari rencana
pemerintah tersebut tidak terlihat hasilnya sampai saat ini. Beberapa
infrastruktur jalan yang dalam proses pembangunan pun memiliki dampak
menimbulkan kemacetan di beberapa ruas jalan. Saat walikota baru menduduki
kursi pemerintahan, alur pembangunan yang tadinya di rencanakan akan memakan
biaya banyak dengan segera di alihkan untuk pengoptimalan transportasi publik.
Judul : Wacana Infrastruktur kota Kembang
Kerangka karangan :
Penadahuluan :
Kota bandung
telah ramai dipadati oleh penduduk yang pertumbuhannya sangat cepat. Kebutuhan
akan fasilitas dan infrastruktur bagi masyarakat menjadi tugas untuk pemerintah
memaksimalkan pengembangan dan pembangunan infrastruktur kota yang memadai.
Telah banyak rencana yang dipaparkan oleh Ridwan kamil, walikota bandung saat
itu yang menjanjikan Infrastruktur kota akan menjadi lebih baik dan modern,
namun pada kenyataanya hal tersebut belum dapat terealisasi.
Masyarakat
yang telah melihat kerja awal pemerintah dengan membuat kontrak dengan beberapa
perusahaan kontraktor telah menaruh harapan bahwa fasilitas kota memang akan
diperbaiki. Namun sampai saat ini hanya beberapa wacana tersebut yang
terlaksana dan yang lainnya tidak terlihat wujudnya hingga saat ini.
Pembahasan :
Pemerintah
sempat memberikan pernyataan bahwa pemkot Bandung telah merencanakan
pembangunan Light Rapid Transit atau
yang dikenal dengan Bandung Metro Kapsul yang menghubungkan stasiun hall dengan
jalan dalem kaum. Proyek ini diperkirakan memiliki nilai investasi senilai 500
miliar rupiah. Namun, saat ridwan kamil telah terpilih sebagai gubernur jawa
barat dan melenggong ke gedung sate, proyek ini tidak terlihat lagi
perkembangannya.
Saat
pemerintahan kota bandung telah berada dibawah kepemimpinan Oded M Danial,
proyek tersebut ditinjau ulang dan pemkot memstuskan berkonsultasi BPKP dan
LKPP. Bandung Metro Kapsul bukan satu-satunya proyek yang jauh dari kata
optimal. Ada beberapa proyek seperti kereta gantung yang menghubugkan
gelapnyawang dan cihampelas, Underpass bundaran cibiru, Trans metro bandung
yang juga jauh dari kata maksimal di beberapa koridornya.
Oded M
Danial pada awal kepemimpinannya menegaskan perbaikan sistem transportasi
publik tetap menjadi prioritas, namun keterbatasan pada APBD membuat pemkot
harus membuka diri terhadap semua potensi yang ada mulai dari APBD Pemprov
jabar, APBN, dan skema kerja sama pemerintah dan badan usaha.
Beberapa
solusi terkait masalah lalu lintas yang merupakan dampak dari pembangunan
infrastruktur telah diterapkan, termasuk rekayasa lalu lintas. Namun menurut
pakar dari ITB Heru Wibowo Poerbo, rekayasa lalu lintas bukanlah solusi
permanen terhadap kemacetan yang terjadi akibat pembangunan panjang. “dengan
kondisi seperti ini, penyediaan transportasi massal tak dapat ditunda lagi,
perlu penanganan yang lebih mayor” tegas Heru Wibowo Poerbo.
Kesimpulan :
Melihat
dampak yang ada dari terlambatnya pembangunan fasilitas dan infrastruktur,
pemerintah diharuskan bekerja ekstra untuk mempersingkat pengerjaan dan
memikirkan solusi untuk meminimalisir kemacetan yang terjadi di ruas jalan di
beberapa titik. Hal ini perlu penanganan serius dan tidak dapat dianggap remeh.
Dengan adanya fasilitas publik yang memadai diharapkan mampu membuat kota
bandung lebih tertib dan nyaman untuk masyarakatnya.
Referensi
:

Komentar
Posting Komentar