TUGAS 2_FADHLURRAHMAN RAMDHANI_210104190042_PEMBUATAN FEATURE
Nama : Fadhlurrahman Ramdhani
NPM :
210104190042
Mata kuliah : dasar penulisan multimedia
Latihan teknik
pembuatan feature
Jenis feature : Scientific feature
Tema : Penemuan Baru,
teknologi sains terapan.
Topik :
eksistensi
mesin rekayasa cuaca yang telah berhasil
mengubah beberapa sektor kehidupan. Mesin rekayasa cuaca telah di kembangkan
oleh beberapa negara maju di dunia. Dan diperkirakan akan memiliki peranan
penting bagi kehidupan manusia.
Metode
dan Alat Rekayasa Cuaca : Solusi atau Bencana?
Untuk
mengatasi kebakaran hutan di kepualauan riau pemerintah Indonesia menggunakan
cara rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca. Cara ini disebut sebagai cara yang
cukup efektif untuk mengurangi tingkat kebakaran hutan di Riau yang saat itu
mencapai tingkat terparah. Metode ini cukup sederhana, hanya dengan menciptakan
awan hujan di daerah kebakaran dengan meaburkan zat alami tertentu sehingga
menciptakan hujan buatan.
Hal diatas hanya salah satu dan sebagian kecil dari
pemaparan mengenai rekayasa cuaca. Sebenarnya telah banyak negara di dunia
(terutama negara maju) telah mengembangkan metode dan alat rekayasa cuaca. Dari
yang sederhana hingga yang paling modern sekalipun. Pengembangan tersebut
memiliki tujuan berbeda di setiap negara pengembangnya. Di negara bara
teknologi rekayasa cuaca digunakan untuk mereduksi badai es yang menjadi
permasalahan utama disana. Sementara dalam konteks pemanasan global yang
mengakibatkan perubahan iklim, teknologi rekayasa cuaca menjadi solusi untuk
mengurangi kerugian yang ditimbulkan oleh faktor iklim dan cuaca.
Rekayasa cuaca atau modifikasi cuaca merupakan suatu cara
untuk merubah keadaan cuaca disuatu tempat terntentu dan untuk tujuan tertentu.
Rekayasa cuaca memiliki metode yang sederhana, namun untuk beberapa keperluan
yang cukup rumit, beberapa negara menggunakan metode modern dan rumit pula
untuk merekayasa cuaca di tempat-tempat tertentu. Hasil yang diberikan dari
rekayasa cuaca cukup meyakinkan karena tingkat keberhasilannya cukup tinggi.
Namun berhasil atau tidaknya rekayasa cuaca bergantung pada bagaimana
melakukannya.
Rekayasa
cuaca di Indonesia
Indonesia pernah
melakukan rekayasa cuaca dengan metode sederhana yang dapat diakatakan cukup
berhasil. Dengan membuat hujan buatan untuk pemadaman api kebakaran hutan di
wilayah Riau. Usaha ini cukup berhasil karena benar-benar mengurangi tingkat
kebakaran hutan. Walaupun efeknya mungkin hanya sementara namun rekayasa cuaca
cukup membantu BNPB untuk menanggulangi kebakaran hutan di Riau.
Dalam pelaksanaan merekayasa cuaca, Indonesia menggunakan
metode penebaran garam dapur di awan dengan ketinggian tertentu untuk
menciptakan awan hujan. Meski kedengaran sederhana, namun jika ada kesalahan
sedikit saja dalam pelaksanaanya, dapat saja terjadi kegagalan yang menyebabkan
kerugian. Oleh karena itu rekayasa cuaca ini telah dipikirkan matang-matang
oleh para ahli. Jumlah garam yang ditebar pun tidak sedikit, mencapai
berton-ton garam diangkut menggunakan
pesawat Hercules milik angkatan udara dan di tebar di wilayah Riau dan wilayah
tempat terjadinya kebakaran hutan.
Namun, metode tersebut memiliki dampak menurunkan curah
hujan sebesar 35% di daera tertentu. Dan yang terkena dampak tersebut adalah
daerah Jakarta yang akan mengalami penurunan curah hujan sebesar kira-kira 35%.
Namun pemerintah telah mengetahui dampak tersebut dan mengatakan bahwa
persediaan air di Jakarta sudah mencukupi sehingga dengan adanya penurunan
curah hujan tersebut tidak akan berdampak buruk untuk masyarakat Jakarta dan
sekitarnya.
Rekayasa
cuaca buatan china
Negeri tirai
bamboo China juga sedang mengembangkan metode rakyasa cuaca untuk memindahkan hujan
dari daerah basah ke wilayah utara yang kering melalui koridor udara. Rekayasa
cuaca ini bertujuan untuk mengurangi polusi udara di wikayah kering di china.
Langkah yang diambil adalah dengan menggunakan enam satelit yang sedang
dikembangkan akademi teknologi ruang angakasa china. Nantinya ke-enam satelit
tersebut akan melintasi di sanjiangyuan setiap jam untuk membantu pemindahan
uap air. Meskipun dalam tahap pengembangan, rencananya dua dari enam satelit
tersebut sudah dapat muali beroprasi pada 2020 mendatang.
Melihat langkah yang diambil china, metode rekayassa
cuaca untuk mengurangi polusi udara juga sangat cocok diterapkan di Indonesia.
Walaupun dengan teknik awan garam, jika presentase keberhasilannya tinggi,
menciptakan hujan buatan di daerah berpolusi tinggi dapat menekan angka
pencemaran udara di Indonesia.
Apakah
memiliki dampak negatif?
Dari berbagai
metode rekayasa cuaca yang dilakukan di beberapa negara, muncul pertanyaan
apakah ada dampak negatif dari rakyasa cuaca. Kebanyakan rekayasa cuaca tidak
menggunakan bahan kimia berbahaya untuk mengatur intensitas hujan atau panas,
hal itu membuat praktik rekayasa cuaca dapat dikatakan aman dan tidak berbahaya
bagi makhluk hidup. Namun kembali lagi kepada manusia sebagai pelaku, jika
terlalu berlebihan dalam penggunaan metode ini, dapat terjadi kemungkinan curah
hujan di suatu daerah mungkin akan sangat kecil dan dapat menjadikan daerah
tersebut terlalu kering.
Pemerintah diharuskan bijak dalam mengambil keputusan
dalam hal ini. Jangan sampai rekayasa cuaca malah menjadi bencana bagi manusia
karena pemakaian yang berlebihan. Karena rekayasa cuaca pada hakikatnya
hanyalah solusi sementara dan dilakukan jika memang darurat, sehingga manusia
harus memikirkan kembali cara untuk memperbaiki permasalahan yang berhubungan
dengan suatu iklim atau cuaca yang berdampak pada kehidupan manusia.
Metode dan alat rekayasa cuaca pada dewasa ini memang
masih menggunakan metode yang sederhana, namun tidak menutup kemungkinan bahwa
teknologi yang lebih canggih akan menciptakan mesin dan alat rekayasa cuaca
yang lebih rumit dan memiliki kegunaan lebih luas lagi. Namun tetaplah tidak
disarankan manusia untuk benar-benar mengendalikan cuaca karena dikhawatirkan
akan menimbulkan masalah terhadap iklim di dunia.

Komentar
Posting Komentar